8 Landmark Ikonik di Semarang

Friends Added

Untuk mereka yang punya hobi fotografi, jalan-jalan tidak hanya sekedar mengunjungi tempat bagus, foto dengan pose narsis lalu upload ke Instagram.

Mereka biasanya suka mengeksplorasi tempat-tempat yang menjadi ciri khas di daerah tertentu sembari mencari angle-angle terbaik untuk mengabadikan tempat tersebut tanpa berpose yang overdosis.

Bagi mereka yang suka menjelajah kota, Semarang merupakan salah satu objek yang menarik. Ibukota propinsi Jawa Tengah ini punya sejumlah landmark ikonik yang memiliki sejarah panjang. Meskipun mainstream, mengunjungi tempat-tempat tersebut akan menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan saat di Semarang.

Jika kamu adalah penggemar fotografi, beberapa landmark di Semarang berikut ini sangat wajib kamu bidik dengan lensa kameramu.

 

1. Lawang Sewu

First and foremost. Lawang Sewu tetap menjadi landmark yang wajib kamu kunjungi ketika sedang traveling ke Semarang. Bangunan bersejarah ini terlalu sayang jika dilewatkan. Bukan cuma arsitekturnya kunonya yang membuat gedung ini menarik, melainkan juga sejarah yang dimiliknya. Gedung ini disebut dengan Lawang Sewu karna memiliki banyak sekali pintu, jumlahnya mencapai 429 buah.

Lawang Sewu juga terkenal dengan ruangan bawah tanahnya yang sering disebut sebagai tempat yang angker. Jika kamu punya cukup nyali, cobalah untuk menjelajahi seluruh ruangan di Lawang Sewu dan rasakan sensasinya. In case you didn’t know. Gedung ini dulu merupakan kantor pusat dari PT KAI.

2. Tugu Muda

Beberapa langkah dari Lawang Sewu kita akan menemukan landmark lain yang tidak kalah ikonik dan sering dijadikan acuan untuk menunjukkan tempat tertentu di Semarang. Landmark tersebut adalah Tugu Muda. Lokasi tugu ini berada persis di depan Lawang Sewu. Dari spot tertentu, sangat memungkinkan bagi kita untuk menempatkan kedua landmark ini dalam satu frame foto.

Tugu Muda sendiri merupakan sebuah monumen berbentuk lilin yang dibangun untuk mengenang perjuangan para pemberani di Semarang dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang yang berlangsung pada tanggal 15 Oktober 1945 sampai 20 Oktober 1945.

 

3. Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah diresmikan oleh pemerintah tahun 2006. Sejah diresmikan, masjid ini menjelma menjadi salah satu tempat yang paling dicari di Semarang. Masjid Agung Jawa Tengah atau biasa disingkat MAJT memang bukan sekedar tempat ibadah. Tempat ini juga sudah didesign sedemikian rupa untuk menjadi tempat wisata. Yang paling menarik dari masjid ini adalah perpaduan antara arsirektur Jawa dan Erapa. Di pelataran masjid ada sebuah bangunan berbentuk setengah lingkaran yang dipenuhi oleh banyak pilar. Bentuknya mirip Colosseum di kota Roma, Italia.

 

4. Klenteng Sam Poo Kong

Di Semarang memang tidak hanya ada satu klenteng. Namun klenteng yang satu ini sangat ikonik dan cukup terkenal di Semarang. Sam Poo Kong merupakan sebuah klenteng sekaligus petilasan seorang pedagang muslim asal China yakni Laksamana Cheng Ho. Ia juga dipercaya sebagai nenek moyang komunitas Tionghoa di Semarang.

 

5. Pagoda Avalokitesvara

Yang menjadikan bangunan ini lebih istimewa adalah statusnya sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda yang memiliki tinggi 45 meter ini berada di kompleks Vihara Buddhagaya Watugong. Pagoda ini memiliki tujuh tingkat. Pembangunan pagoda ini ditujukan sebagai persembahan untuk Dewi Kwan Im yang menurut kepercayaan Buddha dikenal sebagai dewi kasih sayang.

 

6. Gereja Blenduk

Jika kamu ingin mencari bangunan-bangunan kuno di Semarang, cobalah untuk datang ke Kawasan Kota Lama. Di kawasan ini ada banyak gedung-gedung yang dibangun pada masa penjajahan dan masih bertahan sampai sekarang. Salah satu bangunan yang dapat kamu temukan di kawasan ini adalah Gereja Immanuel atau lebih populer dengan nama Gereja Blenduk.

 

7. Stasiun Tawang

Stasiun Tawang masih berada di kawasan Kota Lama. Stasiun ini merupakan salah satu stasiun tua di Indonesia yang masih bertahan. Yang dimaksud tua di sini adalah bangunannya.

Stasiun Tawang pertama kali dibangun pada tahun 1864 ketika Indonesia masih diduduki Belanda. Sejak saat itu, tak banyak perubahan yang terjadi terhadap stasiun ini, termasuk bangunan aslinya. Sehingga kesan vintage akan sangat terasa saat kita memasuki area stasiun.

8. Pabrik Rokok Praoe Lajar

Foto: Flickr

Masih di kawasan Kota Lama. Ada sebuah pabrik rokok idealis yang akan kita temukan di kawasan ini yakni Praoe Lajar. Dikatakan idealis karna pemasaran rokok ini dilakukan secara independent alias indie, tanpa agen semacam minimarket seperti yang dilakukan oleh banyak korporasi rokok. Bangununan Pabrik Rokok Praoe Lajar juga masih mempertahankan arsitektur lawas sehingga terlihat sangat vintage namun artistik.

 

Featured image

loading...
The following two tabs change content below.

Rio Rizqiawan

God, family, Juventus and you ~ Fino Alla Fine Forza Juve