Gunung Tambora. Gunung Paling Bersejarah Dalam Peradaban Umat Manusia

Friends Added

Gunung Tambora merupakan salah satu gunung yang memiliki sejarah panjang dan kelam. Pada abad ke-19 gunung ini meletus dengan skala 7 yang mana skala tersebut merupakan skala tertinggi kedua dalam indeks letusan gunung berapi (VEI)

Sejarah mencatat, lebih dari 70.000 manusia meninggal sia-sia akibat letusan tersebut. Tiga kerajaan yang berada di NTB juga hancur akibat letusan dahsyat itu. Akibat letusan tersebut, Gunung Tambora yang awalnya memiliki tinggi 4.300 mdpl hanya menyisakan 2.851 mdpl. Sebuah lubang maha besar dalam bentuk kaldera kini menjadi saksi betapa dahsyatnya letusan yang terjadi pada tahun 1815

Gunung Tambora sendiri merupakan sebuah gunung yang berada di propinsi Nusa Tenggara Barat. Selain Gunung Rinjani, Gunung ini merupakan gunung yang (seharusnya) menjadi tujuan impian para pendaki di NTB. Lokasi persis gunung ini sendiri berada di antara dua kabupaten di pulau Sumbawa yakni Dompu dan Bima. Terkait sejarahnya yang panjang dan kelam ini banyak ahli geologi dan sejarah — atau siapapun yang memiliki ketertarikan dengan gunung — melakukan berbagai kajian. Don Hasman, seorang fotografer senior Indonesia pernah membukukan Gunung Tambora. Proses pembukuan tersebut memakan waktu yang tidak sebentar. 10 tahun

Gunung Tambora merupakan gunung api yang masih aktif. Gunung ini cukup terkenal di kalangan ahli geografi dunia. Selain didaki oleh para pendaki untuk tujuan penjelajahan wisata alam, gunung ini juga sering didaki oleh mereka yang memiliki kepentingan lain. Misalnya penelitian atau dokumentasi. Gunung Tambora memiliki dinding kaldera terluas di Indonesia. Walau pernah membawa bencana, Gunung Tambora tetaplah gunung indah yang kini bahkan menjadi naungan bagi kehidupan warga sekitar

 

Sejarah letusan Gunung Tambora

tambora

Tepat pada bulan April tahun 2015 lalu usia letusan Gunung Tambora yang sangat melegenda menginjak tahun yang ke-200. Beberapa majalah traveling — Termasuk National Geographic — menjadikan momen tersebut sebagai tema utama mereka. Masyarakat di sekitar Tambora juga punya cara sendiri untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut

Gunung Tambora sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda akan bergejolak sejak tahun 1812. Pada tahun tersebut telah terdengar gemuruh dari kaldera. Puncak letusan Gunung Tambora terjadi pada bulan April tahun 1815. Saking dahsyatnya letusan, suara gemuruhnya terdengar hingga radius ratusan kilometer. Suara gemuruhnya terdengar sampai Pulau Jawa, Sumatra, Maluku serta Sulawesi. Efek yang dihasilkan dari letusan ini juga sangat dahsyat. Tidak hanya di banyak wilayah di Indonesia. Efeknya bahkan dirasakan hingga sebagian wilayah Eropa dan juga Amerika Utara. Satu tahun setelah pasca letusan Gunung Tambora (1816) sering disebut sebagai tahun tanpa musim panas. Debu vulkanik yang berasal dari Gunung Tambora menyebabkan perubahan iklim global yang sangat signifikan. Di belahan Bumi Utara banyak panen yang gagal hingga menimbulkan bencana kelaparan di banyak wilayah

Khusus di wilayah Nusantara, letusan Gunung Tambora menyebabkan tiga kerajaan yang ada di propinsi NTB hancur. Ketiga kerajaan tersebut adalah Kerajaan Pekat, Kerajaan Sanggar dan Kerajaan Tambora. Tak kurang dari 70.000 nyawa manusia melayang akibat letusan maha dahsyat tersebut. Setelah letusan super besar itu, Gunung Tambora mulai sedikit kalem. Gunung ini terakhir kali meletus pada tahun 1967 dengan skala 0 dalam index VEI

Selengkapnya tentang efek letusan Gunung Tambora bisa dibaca disini

 

Pendakian Gunung Tambora

Gunung Tambora memiliki tinggi 2.851 mdpl. Untuk pendaki yang sudah berpengalaman, tinggi tersebut tidaklah seberapa. Namun, sejarah panjang yang dimiliki oleh Gunung Tambora membuat pendakian ke gunung ini terasa lebih istimewa dan menghadirkan chemistry yang berbeda. Gunung Tambora dapat didaki melalui beberapa jalur antara lain melalui Desa Pansasila, Doropeti serta Doro Ncanga. Jalur yang paling sering digunakan oleh para pendaki adalah jalur Pancasila

puncak gunung tambora

Foto: https://indonesia360derajat.wordpress.com

Terdapat 5 buah pos yang harus dilewati oleh para pendaki sebelum mencapai puncak Gunung Tambora. Untuk sampai ke puncak, para pendaki harus melewati area kawah. Kawah di Gunung Tambora ini dikenal dengan nama Doro Afi Toi. Puncak Gunung Tambora sendiri ditandai dengan sebuah fondasi beton dan tiang bendera. Saat melewati area kawah ini kita sebaiknya melindungi mata dengan kacamata karna banyak pasir-pasir yang beterbangan dan perpotensi masuk ke mata

 

Featured image

loading...
The following two tabs change content below.
Sarjana teknik informatika yang tidak bisa coding. Suka naik gunung, membaca dan menulis