Gunung Merapi, Gunung Paling Aktif Yang Menjadi Obsesi Para Pendaki

Banyak pendaki yang ingin merasakan sensasi pendakian ke Gunung Merapi. Salah satu alasannya adalah karna gunung ini adalah gunung api paling aktif di Indonesia sehingga bisa menaklukkan gunung ini akan menjadi sebuah kepuasan tersendiri

Gunung Merapi adalah sebuah gunung yang berada diantara dua propinsi di Pulau Jawa yakni DI Yogyakarta serta Jawa Tengah. Di DIY Gunung Merapi masuk dalam wilayah kabupaten Sleman sedangkan di Jawa Tengah Gurung Merapi masuk dalam wilayah kabupaten Klaten di sisi tenggara, Boyolali di sisi utara serta Magelang di sisi barat.

Gunung Merapi ini sebenarnya adalah gunung yang berbahaya karna di area lereng gunung ini terdapat pemukiman yang cukup padat bahkan sampai ketinggian 1700 m. Dikatakan berbahaya karna aktivitas gunung ini bisa naik sewaktu-waktu dan mengancam warga yang tinggal di sekitar lereng Merapi. Menurut mantan Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM Surono atau yang lebih dikenal dengan Mbah Rono, siklus erupsi Gunung Merapi adalah antara 4 s/8 tahun

Sebagai gunung api yang sangat aktif, Gunung Merapi telah beberapa kali meletus. Terhitung sejak tahun 1548 gunung ini telah meletus sebanyak 68 kali. Sejak 10 tahun terakhir ini setidaknya telah terjadi 2 kali letusan yang cukup besar yakni tahun 2006 serta 2010. Letusan tahun 2010 turut menewaskan Mbah Marijan, sang juru kunci Merapi yang sempat selamat saat terjadi erupsi tahun 2006. Bagi para pendaki, letusan tahun 2010 juga menyisakan kepedihan karna turut menghancurkan Puncak Garuda yang merupakan puncak kebanggaan para pendaki

Lokasi gunung Merapi ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi

 

Pendakian Gunung Merapi

Pendakian ke Gunung Merapi adalah sebuah pendakian yang penuh resiko dan menantang. Status Gunung Merapi yang sangat aktif dan bisa erupsi sewaktu-waktu adalah ancaman yang senantiasa menghantui para pendaki Gunung Merapi. Namun, hal ini justru menjadi sebuah tantangan bagi semua pendaki untuk bisa menaklukkan gunung ini

Pendakian Gunung Merapi dapat dilakukan melalui beberapa jalur. Jalur paling populer untuk melakukan pendakian ke Gunung Merapi adalah melalui jalur Selo. Pendakian akan dimulai dari sebuah tempat wisata bernama New Selo. Perjalanan menuju puncak Merapi membutuhkan waktu sekitar 5 s/d 6 jam

Di awal-awal pendakian kita akan melewati perkebunan penduduk. Hingga beberapa ratus meter sejak start, track pendakian Merapi telah dibangun jalanan berupa cor blok. Track pendakian Gunung Merapi ini cukup merepotkan untuk para pendaki pemula. Bukannya apa-apa, kita akan jarang mendapatkan “bonus” berupa track datar. Jalur pendakian banyak didominasi oleh tanjakan yang sangat melelahkan

merapi 2

Sebelum melakukan pendakian Gunung Merapi kita harus harus benar-benar mempersiapkan fisik. Di sepanjang track pendakian kita tidak akan menemukan tempat untuk camping sehingga mau tidak mau kita harus mendirikan tenda di Pasar Bubrah. Di beberapa titik memang ada tempat untuk mendirikan tenda. Namun, paling-paling hanya muat untuk satu tenda dan lokasinya pun biasanya dekat dengan jurang sehingga sangat riskan jika mendirikan tenda disana

Satu-satunya area camping yang tersedia di Merapi adalah Pasar Bubrah. Pasar Bubrah sendiri merupakan pos terakhir sebelum ke puncak. Sejak peristiwan jatuhnya pendaki asal Jogja ke Kawah Merapi bulan Mei (2015), batas pendakian yang diijinkan hanya sampai Pasar Bubrah. Jika ada pendaki yang nekat ke puncak dan terjadi hal yang tidak diinginkan, itu adalah murni dari kesalahan pendaki

Kabarnya akan dipasang CCTV untuk memantau aktivitas pendaki di sekitar Pasar Bubrah serta untuk memastikan agar tidak ada pendaki yang nekat mendaki sampai ke puncak

Pasar Bubrah, 17 Agustus 2014

Pasar Bubrah, 17 Agustus 2014

 

Pemandangan alam di Gunung Merapi

Harus diakui, pemandangan alam di Gunung Merapi masih kalah cantik bila dibandingkan dengan sang tetangga, Merbabu. Di Gunung Merapi kita tidak akan menemukan pemandangan padang rumput hijau nan menyejukkan serta padang ilalang sebagaimana yang kita dapatkan di Merbabu. Pun demikian, di Gunung Merapi kita tidak akan mendapatkan pemandangan bunga edelweis

Lalu, apa yang dicari dari pendakian Gunung Merapi?

Meski tidak dapat menemukan pemandangan padang rumput ataupun padang ilalang, pendakian Gunung Merapi tetap menyenangkan sekaligus menantang. Pemandangan mulai akan terlihat mempesona setelah kita melewati pos Watu Gajah. Di Pasar Bubrah, pemandangan akan terlihat semakin indah karna kita akan mulai bisa melihat kumpulan awan putih yang menandakan bahwa kita telah berada di ketinggian yang tidak lazim

 

Pasar Bubrah

Pasar Bubrah adalah area camping ground di Gunung Merapi. Area ini berada persis di bawah puncak. Pasar Bubrah sendiri merupakan area lapang yang dipenuhi oleh batu-batu serta pasir sisa-sisa erupsi Merapi. Dari Pasar Bubrah, kita bisa menyaksikan pemandangan alam dari ketinggian yang mempesona. Puncak-puncak gunung lainnya akan terlihat begitu mungil dari sini. Beberapa gunung yang dapat dilihat dari sini selain Gunung Merbabu (tentu saja) antara antara Triple S (Sindoro, Sumbing, Slamet), Lawu serta Gunung Prau

Pemandangan sunrise dari Pasar Bubrah juga istimewa. Cahaya matahari akan muncul dari balik bukit untuk menghadirkan gambar siluet yang sangat indah

merapi sunrise

 

Insiden di Puncak Merapi

Pada bulan Mei tahun 2015 sebuah peristiwa kurang menyenangkan terjadi di Puncak Merapi. Seorang pendaki asal Jogja terjatuh ke kawah Merapi saat berusaha untuk berfoto di sebuah batu di area puncak. Peristiwa itu menjadi kabar buruk bagi para pendaki. Sejak peristiwa tersebut batas akhir pendakian yang diijinkan hanya sampai ke Pasar Bubrah

 

Puncak Merapi

Gunung Merapi memiliki tinggi 2.968 mdpl. Gagahnya puncak Merapi kini hanya bisa disaksikan dari Pasar Bubrah. Sebelum terjadi erupsi tahun 2010, Gunung Merapi sangat terkenal dengan Puncak Garuda nya. Puncak ini menjadi primadona di kalangan pendaki dan menjadi salah satu alasan kenapa banyak pendaki yang ingin menaklukkan Gunung Merapi

The following two tabs change content below.
Alam semesta adalah media belajar paling lengkap. Jadi, jangan pernah sia-siakan

Leave a Reply