Gunung Lawu, Gunung Cantik Pemisah Jawa Tengah dan Jawa Timur

Gunung Lawu adalah gunung yang sangat terkenal di wilayah Jawa Tengah. Tidak hanya populer sebagai tujuan pendakian, Gunung Lawu juga dikenal memiliki objek wisata alam yang berlimpah

Secara administratif Gunung Lawu berada diantara perbatasan propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang diwakili oleh Kabupaten Karanganyar serta Magetan. Gunung ini tak pernah sepi dari aktivitas pendakian setiap harinya. Saking ramainya pendakian ke Gunung Lawu, kita akan menjumpai beberapa warung di pos 2 serta di puncak Hargo Dumilah

Gunung Lawu tidak hanya menjadi tujuan para pecinta alam untuk melakukan pendakian. Beberapa pendaki yang melakukan pendakian ke gunung ini adalah mereka yang ingin melaksanakan ritual tertentu

Gunung Lawu memang unik. Selain memiliki pesona alam yang cantik mempesona, gunung ini juga cukup mistis karna gunung ini dipercaya memiliki bungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran

Gunung Lawu saat ini memiliki status istirahat. Gunung ini sudah tidak aktif sejak terakhir kali meletus tahun 1885. Beberapa organisasi pecinta alam di beberapa kampus dan sekolah di Solo dan sekitarnya sering menjadikan Gunung Lawu sebagai tujuan untuk diklat. Dari Solo, butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk bisa sampai ke pos pendakian Gunung Lawu

 

Nuansa Mistis di Gunung Lawu

Gunung Lawu tidak hanya menjadi tempat bagi para pecinta alam untuk menjelajah. Gunung ini merupakan salah satu gunung yang cukup sering digunakan untuk melakukan ritual tertentu. Saat melakukan pendakian ke Gunung Lawu kita akan mencium bau dupa yang sangat menyengat di beberapa titik. Ketiga puncak Gunug Lawu yakni Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah juga memiliki mitos masing-masing

Puncak Hargo Dalem dipercaya sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas. Puncak Hargo Dumiling dipercaya sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon. Sedangkan Hargo Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering digunakan untuk meditasi dan menperdalam ilmu kebatinan

 

Puncak Lawu

Gunung Lawu menjadi salah satu tujuan pendakian di kalangan pendaki yang berdomisili di wilayah Solo dan sekitarnya. Gunung ini memiliki beberapa puncak antara lain Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Hargo Dumilah adalah puncak Gunung Lawu yang paling tinggi. Di puncak ini kita terdapat sebuah gapura yang sekaligus menjadi bukti bahwa di gunung ini memang sering dilakukan pendakian. Saking ramainya aktvitas pendakian di Gunung Lawu, kadang kita akan menemukan warung di sekitar puncak Hargo Dumilah

Seperti gunung-gunung lain yang memiliki ketinggian diatas 3.000 mdpl, pemandangan di puncak Gunung Lawu juga spektakuler. Kita serasa berada di atas awan karna ada awan putih yang menggumpal-gumpal. Ketinggian Gunung Lawu sendiri adalah 3.265 mdpl

 

Pendakian ke puncak Gunung Lawu

Sebagai gunung yang selalu ramai dari aktivitas pendakian, ada beberapa jalur yang bisa dipilih oleh para pendaki yang ingin melakukan pendakian ke Puncak Lawu. Dua jalur paling terkenal adalah Cemoro Sewu serta Cemoro Kandang. Kedua jalur ini tidak terlalu berjauhan karna sama-sama berada di wilayah perbatasan. Cemoro Kandang masuk wilayah Karangannyar sedangkan Cemoro Sewu masuk wilayah Magetan. Selain kedua jalur ini, masih ada beberapa jalur lain untuk sampai ke Puncak Lawu. Termasuk via Cetho serta Sukuh

pendakian lawu

Foto: https://sarangpenyamun.wordpress.com/

Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak dari jalur Cemoro Sewu serta Cemoro Kandang relatif sama yakni sekitar 5 s/d 6 jam tergantung dari irama pendakian

Jalur yang paling ramai dari aktivitas pendakian adalah Cemoro Sewu. Dari jalur ini kita akan menemukan beberapa warung di pos satu. Cemoro Sewu sendiri merupakan sebuah kawasan wisata yang letaknya persis di sebelah timur gapura perbatasan propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kawasan ini memiliki hawa yang cukup dingin. Suasana dan pemandangan alam dari kawasan ini cukup bagus. Sebelum memulai pendakian, tidak ada salahnya untuk menikmati suasana sambil membeli jajanan murah meriah penghangat badan yang banyak dijajakan oleh penjual

 

Wisata di sekitar Gunung Lawu

Selain sangat populer sebagai tujuan pendakian, Gunung Lawu juga memiliki potensi wisata alam yang sangat banyak. Tidak cuma wisata alam, wisata bernuansa sejarah dan budaya juga bisa kita jumpai di sekitar lereng Gunung Lawu, baik di wilayah Karanganyar maupun Magetan. Berikut ini 5 tempat wisata paling terkenal di sekitar Gunung Lawu

 

-Grojogan Sewu

Dari beberapa objek wisata yang ada di sekitar Gunung Lawu, Grojogan Sewu adalah yang paling terkenal. Pengelolaan tempat wisata ini dikelola lansung oleh dinas pariwisata propinsi Jawa Tengah. Objek wisata yang ditawarkan di tempat ini berupa air terjun setinggi 80 meter di sebuah area hutan wisata. Lokasi air terjun tersebut berada di sebuah lembah dan mengharuskan pengunjung untuk melewati 1.250 buah anak tangga untuk mencapai lokasi air terjun. Objek wisata ini masuk wilayah kecamatan Tawangmangu, Karanganyar

 

-Telaga Sarangan

Telaga Sarangan merupakan sebuah telaga alami yang sangat terkenal sebagai tujuan wisata. Pengunjung objek wisata ini sangat ramai terutama saat hari libur. Di telaga cantik ini kita bisa mencoba beberapa wahana seperti speedboat, sepeda air atau berkeliling telaga menggunakan kuda. Telaga Sarangan berada di lereng Gunung Merapi sebelah timur yakni wilayah kabupaten Magetan

 

-Candi Sukuh

Candi Sukuh adalah salah satu tempat wisata bernuansa sejarah dan budaya yang ada di sekitar Gunung Lawu. Candi bercorak Hindu ini berada pada ketinggian sekitar 1.186 mdpl dan memiliki hawa yang sangat sejuk. Beberapa pengunjung menjuluki candi ini sebagai candi erotis karna banyak terdapat arca serta relief yang sangat vulgar

WP_20150125_040

 

-Candi Cetho

Selain Sukuh, ada candi lain yang berada di lereng Gunung Lawu. Namanya adalah Candi Cetho. Sama seperti Sukuh, candi Cetho juga merupakan candi bercorak Hindu yang hingga saat ini masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu di sekitar gunung Lawu. Candi ini cukup istimewa karna dari sini kita bisa melihat puncak lawu jika tidak sedang tertutup kabut

 

-Perkebunan Teh Kemuning

Sebelum sampai ke Candi Cetho kita terlebih dulu akan melewai sebuah perkebunan teh yang sangat cantik dengan pemandangan hijaunya yang luas membentang. Perkebunan teh ini adalah Perkebunan Teh kemuning. Lokasi perkebunan teh ini persis berada di bawah Candi Cetho. Ada sebuah tempat nongkrong yang cukup terkenal di sekitar perkebunan teh Kemuning yakni Rumah Teh Ndoro Donker. Tempat ini cukup terkenal di Solo dan sekitarnya. Disana kita bisa menikmati berbagai jenis teh dengan cara yang berbeda

loading...
The following two tabs change content below.
Alam semesta adalah media belajar paling lengkap. Jadi, jangan pernah sia-siakan