Posts Tagged ‘solo’

Mengelilingi Labirin Kampung Batik Laweyan

Bulan Mei lalu salah seorang teman mengajak saya untuk mengikuti acara city tour yang diadakan oleh komunitas Putra-Putri Solo. Salah satu agenda kegiatan itu adalah mengunjungi kompleks Kampung Batik Laweyan. Kampung Batik Laweyan sendiri merupakan salah satu sentra batik di kota Solo, selain Kampung Batik Kauman.

Wedangan Omah Londo dan Sekelumit Cerita Tentang Sari Petojo

Sudah tinggal selama lebih dari 7 tahun di Solo membuat saya sedikit banyak tahu tentang perubahan-perubahan yang terjadi di kota ini. Dulu, persis di depan Stasiun Purwosari ada sebuah bangunan lawas yang merupakan bekas pabrik es Sari Petojo. Pabrik es yang saya maksud sudah ada sejak Indonesia masih berada di bawah

Melihat Koleksi Museum Radya Pustaka

Jika ada yang tanya bagaimana cara terbaik untuk belajar sejarah, salah satu jawaban yang paling tepat barangkali adalah dengan mengunjungi museum. Di museum, kita bisa melihat berbagai benda-benda vintage yang sarat dengan nilai sejarah. Kalau boleh jujur, saya tak punya riwayat hidup sebagai seseorang yang tertarik dengan sejarah. Bahkan

Kami Menyebutnya Hik Seksi

Dalam beberapa hal, masyarakat Solo dan Jogja punya banyak kesamaan. Termasuk dalam hal tongkrongan. Yang sering main ke Jogja tentu sudah sering dengar istilah angkringan. Yakni semacam warung gerobak yang menyajikan menu-menu rakyat macam tempe goreng, bakwan, sate usus, nasi kucing dan teman-temanya. Angkringan juga sangat familiar di Solo

Pesta Jenang di Festival Jenang Solo 2017

Kota Solo mengawali tahun 2017 dengan beberapa festival budaya. Mulai dari Grebeg Sudiro di akhir Januari lalu hingga yang terbaru adalah Festival Jenang 2017. Festival Jenang tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan yang ke-6. Festival ini pertama kali diadakan tahun 2012. Ada apa, sih di Festival Jenang?. Yah, namanya juga Festival Jenang. Ya sudah pasti ada […]

Solo City Jazz 2016. Meriah, Menghibur, Menyenangkan

Akhir-akhir ini banyak sekali festival jazz di Indonesia. Mulai dari Jazz Gunung di Bromo, Jazz Atas Awan di Dieng, Ijen Summer Jazz di Banyuwangi, Ngayogjazz di Jogja serta — yang paling baru — Karimunjawa Sunset Jazz di Karimunjawa. Kota Solo — yang notabene merupakan kota budaya — juga punya

3 Pasar Tradisional di Solo Yang Cocok Untuk Belanja Oleh-oleh

Ada yang bilang kalau traveler yang baik adalah mereka yang tak pernah menganggap dirinya orang asing ketika mengunjungi tempat baru, meskipun sejatinya tempat itu memang asing. Salah satu cara yang bisa kita coba untuk tidak menjadi orang asing adalah dengan menganggap diri kita seolah-olah sebagai warga lokal

Festival Payung dan SIPA. Alasan Untuk Main ke Solo Bulan September 2016

Sebelas duabelas dengan Jogja, Solo adalah kota yang ngangenin. Masyarakatnya terkenal dengan logat yang medhok ketika berbicara dengan Bahasa Indonesia Meskipun kotanya kecil, Solo merupakan destinasi yang menarik untuk traveling. Terutama untuk mereka yang hobi wisata seni dan kultural. Hampir setiap bulan dalam satu tahun selalu ada event budaya di Solo

Larut Dalam Alunan Keroncong di Solo Keroncong Festival 2016

Saat ada seorang millennial menonton acara musik keroncong, mungkin banyak yang mengernyitkan dahi sambil membatin “hah, keroncong?. Bukannya itu musiknya orang tua, ya?” Tadinya saya juga mikir begitu. Bukan cuma karna kebanyakan audiens keroncong adalah orang yang – maaf – sudah berumur. Tapi juga fakta bahwa

Kuliner Malam Solo Yang Tak Berat di Perut? Nasi Liwet Aja

Kalau Jogja terkenal dengan nasi gudegnya, maka Solo punya nasi liwet yang tidak kalah khas. Dua-duanya punya satu kesamaan: mudah dijumpai di banyak tempat Mereka yang pernah tinggal di Jogja pasti pernah mengalami momen makan nasi gudeg tengah malam di warung pinggir jalan. Di Solo pun demikian, ada banyak penjual nasi liwet yang